ISTRI SELINGKUH, APA YANG HARUS DILAKUKAN SUAMI ?

Assalamu’alaikum Wr Wb!

Saya berusia 36 tahun dan istri saya 35 tahun, telah menikah kurang lebih 10 tahun dengan dikaruniai satu orang anak lelaki..

Bulan Maret 2012 kemarin keluarga saya mendapat cobaan berat, karena terbongkarnya perselingkuhan yang dilakukan oleh istri saya sejak bulan Juli 2011 dengan bekas teman kerja saya dulu. Terbongkarnya perselingkuhan tersebut adalah saat saya mulai curiga dengan kegiatan istri saya yg mulai asyik telpn & sms-an dengan seorang lelaki yang notabene adalah bekas teman kerja saya, tanpa sekalipun bekas teman kerja saya tersebut berniat menghubungi saya layaknya seseorang yg berteman. Bahkan beberapa kali saat istri saya sudah tidur di malam hari saya mendapati HP istri saya menerima sms dan missed call yg artinya minta dihubungi dari bekas rekan kerja saya tersebut pada larut malam bahkan pada dinihari yg saya nilai sangat tidak wajar, bahkan sangat tidak sopan. Maka akhirnya saya pun berupaya meminta penjelasan pada istri saya atas kecurigaan saya tersebut.

Singkat kata, akhirnya setelah didesak istri saya mengakui perselingkuhannya dan meminta maaf kepada saya dengan berjanji untuk tidak lagi mengulangi perbuatannya (taubat). Istri saya mengaku hanya bertemu beberapa kali tanpa melakukan hubungan badan. Hanya sebatas mengobrol, saling curhat, dan jalan2 biasa saja. Selebihnya, hubungan mesra mereka dilakukan via telpn/HP dan sms. Namun yang menyakitkan hati dari isi sms2 yang saya baca dari HP istri saya itu menggunakan bahasa2 yang sangat mesra, bahkan banyak juga yang “jorok” alias cabul. Menurut saya tak mungkin bisa seperti itu jika tidak ada unsur “nafsu syahwat” di dalamnya.

Pada satu kesempatan saya pun memancing bekas rekan kerja saya tersebut untuk janjian ketemu dengan istri saya agar dapat saya “tangkap” basah atas hubungan terlarangnya dengan istri saya tersebut, dan “jebakan” tersebut berhasil. Rekan kerja saya itu pun mengaku serta meminta maaf kepada saya. Meski sakit hati, saya akhirnya memafkannya dan sekaligus memintanya untuk bertaubat karena dia pun sudah punya anak dan istri. Istri saya dan bekas rekan kerja saya tersebut pun akhirnya bersedia membuat pernyataan di atas materai.

Pertanyaan saya:
Apa hukum Islam yang berlaku untuk istri saya? Apa yang harus saya lakukan? Karena meski saat ini saya sudah ikhlas memaafkan istri saya, namun dalam kehidupan rumah tangga saya sehari-hari saya menjadi tidak tenang, terasa seperti masih ada rasa was-was & “ganjalan” dalam hati saya. Terutama pada saat saya berada di luar rumah untuk menjalankan bisnis/usaha saya, sehingga seringkali membuat pekerjaan saya “kacau” dan terbengkalai

Saya akui, nafsu biologis atau syahwat saya kepada istri memang masih ada, karena saya masih bisa menunaikan kebutuhan “bathin” tersebut. Apalagi setelah peristiwa tersebut istri saya seperti berubah menjadi lebih “hangat” dan lebih agresif, sangat jauh berbeda dengan sebelum terbongkarnya peristiwa perselingkuhannya tersebut. Secara syahwat saya sangat senang, namun dibalik itu selalu saja ada pertanyaan yang cukup mengganggu dalam benak saya: apa gerangan yang sedang terjadi dengan istri saya? Mengapa jadi berubah drastis begini sehingga justru kekhawatiran baru yang muncul pada diri saya?

Untuk itu saya mohon bantuan saran agar saya tidak salah melangkah dan dapat memberikan tuntunan yang benar kepada istri saya dalam mengarungi rumah tangga yang diridhoi oleh Allah SWT. Terima kasih sebelumnya, semoga rahmat Allah SWT selalu menyertai kita semua. Amin.
Wassalam
AS


JAWABAN 4: ISTRI SELINGKUH, APA YANG HARUS DILAKUKAN SUAMI?

Indonesia bukan negara yang memberlakukan hukum Islam sebagai hukum positif. Jadi, tidak ada hukuman bagi istri Anda. Seandainya Anda tinggal di suatu negara yang memberlakukan hukum Islam, maka hukum wanita berzina yang sudah menikah seperti istri Anda akan dirajam (dilempar batu) sampai mati Kalau memang terbukti di depan pengadilan.

Adapun tentang status hubungan Anda dengan istri, maka itu tergantung pada Anda sendiri sebagai suami. Anda dapat melanjutkan hubungan rumah tangga atau menceraikan istri Anda tersebut seperti anjuran Nabi.

Kalau Anda masih sayang padanya, silahkan lanjutkan rumah tangga dengannya. Supaya tidak terulang kasus serupa, disarankan agar Anda sebagai kepala rumah tangga menunjukkan sikap kepemimpinan yang tegas tapi mengayomi agar rumah tangga dapat berjalan harmonis dan tidak ada yang merasa dikhianati. 

Ketegasan seorang suami antara lain seperti (a) dapat mendeteksi sejak dini gejala-gejala perselingkuhan dan melakukan pencegahan sedini mungkin; (b) perilaku istri di luar sampai yang terkecil hendaknya diketahui suami, begitu juga sebaliknya seluruh aktivitas suami di luar diketahui istri, ini untuk meningkatkan saling percaya. Jadi, saling percaya itu tidak gratis. Bukan asal saling percaya membuta. Saling percaya harus dilakukan dengan metode dan langkah taktis yang rasional. Saling percaya buta adalah kebodohan. Dan kebodohan akan berakhir pengkhianatan.

Adapun perubahan istri Anda dari dingin sekarang menjadi hangat saya kira wajar. Dulu dingin karena ada “tempat lain” untuk tempat berhangat yaitu selingkuhannya. Sekarang hangat pada Anda, karena Anda satu-satunya ekspresi cintanya. 

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s