JALAN HIDUP

Umurku amatlah singkat. Lebih singkat dari apa yg kubayangkan. Lebih singkat dari angan-anganku yang panjang. Di hadapanku, ditampakkan 2 jalan, jalan keselamatan dan jalan penyesalan. Aku mendapati diva pop yang meninggal mengenaskan: overdosis narkoba. Sepertinya dia berusaha mencari kedamaian, akan tetapi sampai berujung kematian pun dia tak sempat merasakan kedamaian hakiki itu..

Di lain kesempatan, aku mendapati akhir kematian yang membahagiakan. Saudara Ibuku, diceritakan Kamis malam dalam keadaan sakit parah, meminta untuk diwudhukan dan berusaha sholat di atas ranjangnya, semampunya. Esok paginya, beliau minta dimandikan putrinya, seakan bersiap-siap hendak menghadap Robbnya. Di saat kematian telah ditampakkan padanya, dalam keadaan nafas terengah-engah, putrinya seorang diri menuntunnya untuk mengucapkan kalimat tauhid… Dan pada pukul 07.00 pagi di hari Jumat, beliau menghembuskan nafas terakhirnya, rahimahulloh.. Kematian di hari Jumat, kematian yang dikabarkan akan terbebasnya dia dari pertanyaan kubur, insyaAlloh..

Tibalah giliranku.. manakah diantara dua jalan itu yang harus kupilih? Apakah mencari ketenaran, jabatan, karir, harta berlimpah yang kebanyakannya menjauhkan manusia dari kedamaian hakiki? Apakah aku harus menyibukkan diri dengan dunia dan setengah2 menggapai akhirat, ataukah mencukupkan diri dalam perkara dunia lalu berkonsentrasi penuh serta bersungguh-sungguh terhadap perkara akhirat..?? pilihan sepenuhnya ada di tanganku..

Aku memandang, kuburan orang sholeh dan kuburan para konglomerat sama saja. Di dalam kubur itu tidak pernah ada mobil, rumah, perbendaharaan harta, yang ikut dikubur bersama jenazahnya. Lalu apa yang menemani mereka di dalam kuburnya sampai datang hari berbangkit? Tentu amal sholehlah yang menemani mereka di dalam kubur.. demikian nasihat Rosululloh, yang demikian berharap akan kebahagiaan hidup kita, di dunia dan akhirat..

Usia mudaku bukanlah jaminan hidup lama. Kematian terus membuntutiku dan membayangiku. Boleh jadi update status ini adalah update status terakhirku. Boleh jadi lalapan, adalah makanan malam terakhirku. Boleh jadi senyumku ini adalah senyum terakhirku kepada Ibuku. Boleh jadi kematian lebih mendahuluiku dari jadwal kunjungan Syekh Abdurrozzaq ke Malang.. dan boleh jadi kematian mendahului hari pernikahanku.. Boleh jadi dan boleh jadi..

Jika Alloh memberiku esok pagi, maka kuberharap semoga Alloh menolongku dalam amal sholeh dan menjauhkanku dari kemaksiatan serta kelalaian, amin.. Dan jika Alloh memberiku umur sampai di sini, semoga Alloh mengakhirkan umurku dalam keadaan husnul khotimah, meninggal di atas Islam dan Sunnah, di atas ridho Alloh, lalu di atas ridho kedua orang tuaku, amin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s